
Tengaran, 12 Agustus 2026 – Ada yang berbeda di SMAN 1 Tengaran hari ini. Sekolah kedatangan tamu istimewa dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang dalam kegiatan pembinaan dan bimbingan bagi remaja usia sekolah. SMAN 1 Tengaran menjadi salah satu sekolah yang mendapat kunjungan setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di SMAN 1 Susukan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Tengaran, Drs. Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, M.Pd. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa remaja adalah harapan bangsa. Karena itu, masa muda perlu diisi dengan hal-hal positif, semangat belajar, serta persiapan yang baik untuk menghadapi masa depan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Jimin, S.Ag., M.Pd.I, Pengawas Pendidikan Agama Islam. Beliau menyampaikan bahwa remaja membutuhkan motivasi dan dorongan agar semakin semangat dalam belajar serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kegiatan kemudian dilanjutkan sekaligus dibuka oleh H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I., M.Pd.I., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Dalam pesannya, beliau mengajak para siswa untuk menyadari bahwa tuntutan zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Persaingan semakin terbuka sehingga generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan lebih matang.
Para siswa juga diingatkan untuk tidak memandang remeh orang lain. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih kesuksesan. Kesempatan belajar yang dimiliki saat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Salah satu pesan yang menarik perhatian siswa adalah pentingnya menghormati orang tua sebagai salah satu kunci kesuksesan. Latar belakang seseorang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sukses selama mau belajar, berusaha, dan terus mengembangkan diri.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh H. Nur Edi Susilo, S.Ag., M.SI., Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dengan materi “Pembinaan dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah”.
Materi yang disampaikan cukup dekat dengan kehidupan remaja. Salah satu pembahasannya adalah mengenai pembinaan pranikah. Namun, pembinaan ini bukan berarti mengajak atau mendorong remaja untuk segera menikah. Justru, siswa diajak memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang dan tidak cukup hanya bermodalkan rasa cinta.
Para siswa diajak melihat bahwa sebelum berbicara tentang pernikahan, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari kesiapan fisik, psikologis dan emosional, sosial, ekonomi, hingga pendidikan dan karier. Remaja juga perlu belajar membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana.
Tak kalah penting, pendidikan tetap menjadi bagian utama dalam mempersiapkan masa depan. Remaja perlu memiliki target pendidikan, mengembangkan keterampilan, membangun cita-cita, merencanakan karier, dan belajar menjadi pribadi yang mandiri.
Pesan yang paling sederhana tetapi sangat bermakna adalah: masa remaja adalah waktunya mempersiapkan diri. Tidak perlu terburu-buru. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga pergaulan, menghargai orang tua dan orang lain, serta mempersiapkan masa depan merupakan langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik.
Sejalan dengan pesan penutup dalam materi, mempersiapkan pernikahan bukan dimulai dengan mencari pasangan secepatnya, tetapi dengan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, sehat, mandiri, dan mampu menghargai orang lain.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa SMAN 1 Tengaran untuk mendapatkan wawasan sekaligus motivasi. Semoga pesan-pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kegiatan saja, tetapi bisa menjadi bekal bagi para siswa untuk terus belajar, berani bermimpi, menjaga diri, dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.
Karena masa depan tidak datang begitu saja. Ia perlu dipersiapkan, mulai dari sekarang.