SMA NEGERI 1 TENGARAN

Seni Terangi Masa Depan, SMANTA Bersinar di Tengah Gerimis

Tengaran, Jumat, 13 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, langit SMAN 1 Tengaran yang mendung justru menjadi latar yang syahdu bagi suasana berbeda di lapangan tengah sekolah. Nuansa kuning, hijau, dan oranye menyala ceria, berpadu dengan rintik gerimis nan anggun yang turun perlahan. Namun, cuaca tak sedikit pun memudarkan semangat siswa kelas XII untuk melaksanakan ujian praktik Seni Budaya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Penyelenggara, Ibu Diarti, S.Sn guru Seni budaya kelas XII. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Paradigma masyarakat yang menyebut bahwa pelaku seni adalah orang yang bebas. Seni bukan negative, malah menerangi masa depan.” Pesan tersebut menjadi penegas bahwa seni bukan sekadar ekspresi tanpa arah, melainkan wadah positif yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan masa depan yang cerah.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Sulistyarini, S.Pd, M. Si selaku waka kurikulum SMAN 1 Tengaran. Beliau menuturkan bahwa seni membuat dunia ini menjadi berwarna dan indah. “Kalian hari ini spesial, berpenampilan berseragam warna-warni. Modelnya, motif batiknya seperti dengan batik yang dibuat,” ujarnya dengan penuh apresiasi. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hangat dari para siswa dan guru yang hadir.

Tahun ini, ujian praktik terasa begitu istimewa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, siswa kelas XII tidak hanya mengumpulkan karya, tetapi juga menampilkan hasil kreativitas mereka secara langsung. Setiap siswa mempersembahkan karya batik hasil rancangan dan proses mereka sendiri. Motif yang dihadirkan beragam—mulai dari motif klasik yang terinspirasi kearifan lokal hingga motif modern dengan sentuhan warna berani yang merefleksikan karakter generasi muda.

Tak berhenti sampai di situ, seluruh siswa kelas XII juga melakukan fashion show sebagai bagian dari penilaian. Lapangan Tengah sekolah pun seketika berubah menjadi panggung peragaan busana. Dengan penuh percaya diri, para siswa melangkah menampilkan batik karya mereka. Seragam warna-warni yang dikenakan hari itu seolah menjadi simbol bahwa seni benar-benar membuat dunia lebih hidup dan berwarna.

Selain fashion show batik, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran poster karya siswa. Poster-poster tersebut menampilkan pesan-pesan kreatif, edukatif, dan inspiratif yang selaras dengan tema besar kegiatan, yaitu “Seni Terangi Masa Depan.” Setiap karya tidak hanya dinilai dari segi teknik, tetapi juga dari ide, orisinalitas, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada penikmatnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji kemampuan teknisnya dalam membatik dan mendesain, tetapi juga keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelenggarakan sebuah acara. Ada penilaian dalam setiap aspek, mulai dari kualitas karya, konsep acara, hingga kerapian dan kekompakan pelaksanaan kegiatan.

Gerimis pagi itu seakan menjadi saksi bahwa semangat berkarya tak pernah padam oleh cuaca. Justru di bawah langit mendung, warna-warni karya batik siswa kelas XII tampak semakin bersinar. Ujian praktik ini bukan sekadar penilaian akhir, tetapi menjadi perayaan kreativitas sekaligus bukti bahwa seni benar-benar mampu menerangi masa depan.

 

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

 

Sehari Bebas Asap Kendaraan: SMAN 1 Tengaran Lebih Adem

 

Hari ini, Selasa, 3 February 2026, pemandangan menyejukan pagi ini, para warga siswa berduyun-duyun berjalan kaki memasuki lingkungan SMAN 1 Tengaran. Kali ini lebih banyak dari hari biasanya. Ya, warga SMAN 1 Tengaran diajak untuk mengurangi – bahkan meniadakan-penggunakan kendaraan bermotor di dalam lingkungan SMAN 1 Tengaran. Lewat kegiatan sederhana Sehari Bebas Asap Kendaraan yang mempunyai dampak luar biasa untuk lingkungan dan Kesehatan kita.

Gerbang belakang menuju parkiran yang biasanya padat asap knalpot kini berubah menjadi ruang serba guna. Bisa digunakan untuk olahraga atau duduk santai menikm

ati udara pagi. Rasanya berbeda, lebih adem, dan bikin napas lega. Selain bikin udara lebih bersih, sehari bebas asap kendaraan juga jadi momen refleksi. Kita jadi sadar betapa besar ketergantungan kita pada kendaraan bermotor, dan betapa cepatnya lingkungan merespons ketika polusi dikurangi. Langit tampak lebih cerah, suara bising berkurang, dan suasana jadi lebih ramah.

Dari sisi kesehatan, manfaatnya juga nggak main-main. Berkurangnya polusi udara membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan, membuat tubuh lebih segar, dan piki

ran lebih rileks. Ditambah lagi, aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau bersepeda bikin badan makin sehat. Sekali dayung, dua tiga manfaat terasa.

Yang nggak kalah penting, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bersama. Kita belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab semua orang.

Sehari bebas asap kendaraan bukan soal melarang, tapi mengajak. Mengajak kita untuk lebih peduli, lebih bijak, dan lebih ramah pada lingkungan. Karena udara bersih adalah hak semua orang, dan masa depan yang sehat dimulai dari langkah kecil—bahkan dari satu hari tanpa asap kendaraan.

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

“SIRAJ “Spirit Isra’ Miraj sebagai sebagai Cahaya Iman Generasi Muda SMAN 1 Tengaran”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen istimewa bagi keluarga besar sekolah untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tahun ini, kegiatan Maulid Nabi diselenggarakan dengan tema “SIRAJ “Spirit Isra’ Miraj sebagai sebagai Cahaya Iman Generasi Muda”, sebagai pengingat akan peristiwa luar biasa yang sarat makna dan hikmah dalam perjalanan dakwah Rasulullah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor sekolah pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh khidmat. Suasana religius dan kebersamaan terasa sejak awal acara, mencerminkan semangat untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai sumber cahaya iman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

Kegiatan pertama sambutan oleh Bapak Toha selaku Pembina Rohis SMAN 1 Tengaran. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kata siraj mengandung falsafah lentera, yaitu cahaya yang mampu menerangi sekelilingnya karena lentera tersebut dinyalakan. Cahaya itulah yang menjadi penerang di tengah pekatnya malam.

Melalui filosofi tersebut, peserta didik diajak untuk menyalakan cahaya iman dalam diri masing-masing agar mampu memberi manfaat, kebaikan, dan keteladanan bagi lingkungan sekitar, sebagaimana Rasulullah SAW menjadi siraj munir—cahaya yang menerangi umat manusia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Tri Ajar Suprapto AL Kusworo, M.Pd selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan manfaat nyata dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dan sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama, diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh peserta didik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Bp. Najib Syaifullah, M, Ag. Pengajian diawali dengan lantunan shalawat Nabi dan pembacaan doa Allahumma barik lana fī rajaba wa sya‘bāna wa ballighnā Ramadhāna, sebagai harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberkahi dan dipertemukan dengan bulan suci Ramadan yang penuh khidmat, diiringi oleh tim Rebana Muhibbul Musthofa,

Dalam isi kajiannya, ustaz menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta didik agar tidak meninggalkan salat dalam kondisi apa pun. Salat merupakan tiang agama dan menjadi amalan utama yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj. Oleh karena itu, menjaga salat tepat waktu menjadi bentuk nyata ketaatan dan keimanan seorang muslim.

Ustaz juga mengisahkan kembali perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang penuh perjuangan dan ujian. Peristiwa luar biasa tersebut menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus penguat iman bagi umat Islam. Dari kisah tersebut, jamaah diajak untuk meneladani keteguhan, kesabaran, dan keyakinan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, ustaz mengingatkan pentingnya memperbanyak dzikir, khususnya tasbih, sebagai sarana untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan membiasakan dzikir dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan peserta didik mampu menjaga hati, memperkuat iman, serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Semoga nilai-nilai yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi ini tidak hanya berhenti pada acara semata, tetapi benar-benar menjadi cahaya iman yang membimbing langkah peserta didik dalam belajar, bersikap, dan berinteraksi, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

In House Training: Pemanfaatan Koding untuk Pembelajaran Kreatif dan Interaktif di SMA Negeri 1 Tengaran

Foto Bersama para guru SMA Negeri 1 Tengaran dan setelah mengikuti praktik pembuatan media pembelajaran berbasis koding dalam kegiatan In House Training (IHT) dengan narasumber.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi, SMA Negeri 1 Tengaran menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) tanggal dengan tema “Pemanfaatan Koding untuk Pembelajaran Kreatif dan Interaktif”. Kegiatan ini diikuti oleh para guru sebagai bagian dari penguatan kompetensi pedagogik dan literasi digital.
Melalui IHT ini, peserta diajak mengenal konsep dasar koding serta berbagai peluang penerapannya dalam pembelajaran. Koding diperkenalkan sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan lintas mata pelajaran, tidak hanya terbatas pada informatika, tetapi juga sebagai media untuk melatih logika berpikir, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang ringan dan aplikatif. Para guru juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung membuat media pembelajaran sederhana berbasis koding, seperti kuis interaktif, animasi, maupun permainan edukatif yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan saling berbagi ide selama kegiatan berlangsung. IHT ini memberikan pengalaman baru sekaligus wawasan bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.
Melalui kegiatan In House Training ini, SMA Negeri 1 Tengaran berkomitmen untuk terus mendorong inovasi pembelajaran. Diharapkan, pemanfaatan koding dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pembelajaran menjadi lebih kreatif, interaktif, dan bermakna bagi seluruh siswa.
Penulis : Nika Nur Hidayati, S.Pd.

PUNCAK PEKAN KOKURIKULER SMAN 1 TENGARAN

SMAN 1 Tengaran, 13 November 2025, Puncak Pekan Kokurikuler SMAN 1 Tengaran berlangsung meriah, walau cuaca mendung menggelayut sejak pagi, namun semangat para siswa tak surut sedikitpun untuk menampilkan karya terbaik dari seluruh jenjang.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Drs. Tri Ajar Suprapto AL Kusworo, M. Pd. Selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Tengaran. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap rangkaian kegiatan yang berlangsung 4 hari, semangat, saling kerjasama dan gotong royong yang muncul di setiap kelas. Beliau juga berharap agar kegiatan kokurikuler ini tidak berhenti sebagai acara tahunan semata melainkan menjadi pemicu sekaligus pemacu bagi siswa untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang.

 

Kelas X: Bio- Entrepreneur Muda dan Eksplorasi Rasa Nusantara

Kelas X hadir dengan 2 tema IPA dan IPS. Pertama Bio-Entre

 

preneur Muda: Mengungkap Sains di Balik Teh Kombucha. Para siswa memproses pembuatan dari proses fermentasi hingga penyajian produk minuman yang sehat dan kaya manfaat.

Tema kedua, Nusantara dalam Sepiring Rasa, memperlihatkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Siswa mengeksplorasi beragam makanan khas daerah dan menyajikannya dalam bentuk produk yang menggugah selera. Dan di puncak acara, kelas X memasarkan produk hasil karyanya berupa teh kombucha dan aneka makanan khas Nusantara.

Kelas XI: Dari Pena ke Panggung Dunia

Siswa kelas XI mengusung tema Dari Pena ke Panggung Dunia: Sebuah Persembahan Sastra. Pada puncak acara, dilangsungkan semifinal pembacaan puisi dari masing-masing kelas XI. Suasana panggung terasa hidup, dengan tepuk tangan dan dukungan dari teman-teman sebaya.

Kelas XII: Senam Irama Beregu – Sehat dalam

 

 Harmoni Nusantara

Kelas XII menutup keseluruhan rangkaian acara dengan penampilan senam irama beregu yang diiringi lagu-lagu berbahasa daerah. Mengusung tema Sehat dalam Harmoni Nusantara, setiap kelas menampilkan koreografi kreatif dan semangat kebhinekaan. Penampilan mereka menja

 

di simbol energi muda sekaligus penghormatan pada keberagaman budaya Indonesia.

Puncak Pekan Kokurikuler berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Sejak pagi, langit memang tampak mendung, namun rupanya itu bukan pertanda hujan deras—melainkan seolah menjadi isyarat bahwa semesta ikut mendukung jalannya kegiatan hari ini. Keajaiban kecil itu terasa ketika hujan baru turun tepat setelah seluruh rangkaian acara selesai. Seakan-akan alam pun ikut menjaga, memberi waktu bagi para siswa untuk menuntaskan karya dan penampilan terbaik mereka. Hari ini, benar-benar terasa bahwa semesta turut merestui langkah dan usaha yang telah dipersiapkan bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan hari ini SMAN 1 Tengaran Kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bermakna sekaligus kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Penulis:
 Nika Nur Hidayati, S.Pd.