SMA NEGERI 1 TENGARAN

Semarak Hari Santri Nasional 2026, SMAN 1 Tengaran Gelar Literasi Membaca Al-Qur’an

SMAN 1 Tengaran – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, SMAN 1 Tengaran melaksanakan kegiatan literasi membaca Al-Qur’an sebagai bentuk pembiasaan positif sekaligus upaya menumbuhkan karakter religius di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor 400.12/83 tentang Pelaksanaan Literasi Membaca Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an serta membiasakan diri membaca kitab suci dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan membaca Al-Qur’an dipandu oleh Ibu Mustafidatus Showinah, S.Pd, I guru Agama Islam. Peserta didik mengikuti bacaan secara bersama-sama dengan tertib dan penuh perhatian. Adapun surah yang dibaca meliputi QS. An-Naba’ sampai dengan QS. Al-Fajr, serta QS. Al-Balad sampai dengan QS. An-Nas.

Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi imbauan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an, diharapkan tumbuh kecintaan peserta didik terhadap kitab suci, meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an, serta terbentuknya pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali pentingnya nilai-nilai keislaman, semangat belajar, dan keteladanan para santri. Semoga kegiatan sederhana ini membawa manfaat dan menjadi kebiasaan baik yang terus terjaga di SMAN 1 Tengaran.

Humas SMAN 1 Tengaran

 

Sertijab Pengurus Organisasi Siswa SMAN 1 Tengaran, Wujud Regenerasi dan Komitmen Berorganisasi

SMAN 1 Tengaran melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) pengurus organisasi siswa. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam proses regenerasi kepengurusan sekaligus penguatan komitmen siswa untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

Melalui sertijab, kepengurusan yang baru diharapkan mampu melanjutkan program kerja sebelumnya serta menghadirkan inovasi dan semangat baru. Pengikraran SBI menjadi bagian dari kegiatan untuk meneguhkan komitmen pengurus dalam menjalankan peran sebagai siswa yang bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan bagi warga sekolah.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dapat bekerja sama, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta mengembangkan sikap kepemimpinan dan gotong royong demi mendukung kemajuan SMAN 1 Tengaran.

 

 

“Terima kasih atas komitmen, kerja keras, dan kepemimpinan luar biasa yang telah kalian tunjukkan selama satu tahun masa jabatan ini. Semoga segala ilmu, pengalaman, dan kebaikan yang telah kalian tebarkan menjadi modal berharga untuk kesuksesan kalian di masa depan.”

TAHUN ANGKATAN 2025/2026

 

Selamat bertugas kepada seluruh Pengurus Organisasi Sekolah SMAN 1 TENGARAN

” Semoga kepengurusan tahun ajaran mendatang, penuh dengan inovasi, integritas, dan semangat kolaborasi.
Jadikan kesempatan ini sebagai wadah untuk belajar memimpin dan membawa nama baik sekolah kita tercinta.
Selamat berproses dan menginspirasi. “

TAHUN ANGKATAN 2026/2027

 

Penulis : Tim Humas SMAN 1 Tengaran

 

 

 

 

 

SMAN 1 Tengaran Gelar Pesta Demokrasi Siswa: Gandeng KPU Kabupaten Semarang Siapkan 1.350 Pemilih.

 

TENGARAN, 22 September 2026 — SMA Negeri 1 Tengaran (SMANTA) menggelar rangkaian Pesta Demokrasi Siswa Berintegritas dalam rangka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (PILKETOS). Kegiatan ini diawali dengan edukasi politik melalui sosialisasi tata cara PEMILOS/PILKETOS yang dipimpin langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Semarang, Siti Solichah, beserta tim, bertempat di lingkungan sekolah SMANTA. Selain sosialisasi, KPU Kabupaten Semarang juga memandu simulasi alur pengumpulan suara secara menyeluruh, mulai dari pendaftaran, pencoblosan, hingga penghitungan suara. Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran nyata mengenai proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan kepada seluruh warga sekolah. Penyelenggaraan pesta demokrasi ini dikelola oleh siswa yang tergabung dalam Majelis Perwakilan Kelas (MPK) di bawah bimbingan Pembina MPK, Muhammad Rohib Hirzi, S.Pd.Untuk memfasilitasi hak suara 1.350 pemilih —yang terdiri dari siswa, bapak/ibu guru, hingga staf administrasi—panitia menyiapkan tiga ( 3 ) Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di area gazebo, aula, dan ruang kelas.

Pembekalan Paslon dan Panitia KOMSTA sebagai bagian dari edukasi kepemimpinan, pembekalan awal telah diberikan kepada para calon pasangan (paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Pembekalan ini bertujuan agar para kandidat mampu menyusun visi, misi, serta program kerja yang konkrit dan relevan dengan kebutuhan sekolah. Tidak hanya paslon, panitia dari KOMSTA juga mendapatkan pengarahan, simulasi teknis, dan ruang diskusi. Kepala SMA Negeri 1 Tengaran Drs. Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, M. Pd menyatakan bahwa penyelenggaraan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis agar para siswa siap berkontribusi secara aktif dalam agenda demokrasi di tingkat desa, kabupaten, maupun jenjang yang lebih luas di masa depan. Jadwal Pemungutan Suara Puncak pelaksanaan pemungutan suara atau pencoblosan akan digelar secara serentak pada:Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026 Waktu: 08.00 WIB – Selesai. Lokasi TPS: Gazebo, Aula, Ruang Kelas, dan GOR SMAN 1 Tengaran Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Tengaran berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan kepemimpinan bagi seluruh generasi muda.

 

Informasi Kontak Media:

Humas MPK SMAN 1 Tengaran Kabupaten Semarang.

 

 

Tamu Tak Biasa Hadir di SMAN 1 Tengaran, Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda

Tengaran, 12 Agustus 2026 – Ada yang berbeda di SMAN 1 Tengaran hari ini. Sekolah kedatangan tamu istimewa dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang dalam kegiatan pembinaan dan bimbingan bagi remaja usia sekolah. SMAN 1 Tengaran menjadi salah satu sekolah yang mendapat kunjungan setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di SMAN 1 Susukan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Tengaran, Drs. Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, M.Pd. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa remaja adalah harapan bangsa. Karena itu, masa muda perlu diisi dengan hal-hal positif, semangat belajar, serta persiapan yang baik untuk menghadapi masa depan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Jimin, S.Ag., M.Pd.I, Pengawas Pendidikan Agama Islam. Beliau menyampaikan bahwa remaja membutuhkan motivasi dan dorongan agar semakin semangat dalam belajar serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kegiatan kemudian dilanjutkan sekaligus dibuka oleh H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I., M.Pd.I., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Dalam pesannya, beliau mengajak para siswa untuk menyadari bahwa tuntutan zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Persaingan semakin terbuka sehingga generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Para siswa juga diingatkan untuk tidak memandang remeh orang lain. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih kesuksesan. Kesempatan belajar yang dimiliki saat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.

Salah satu pesan yang menarik perhatian siswa adalah pentingnya menghormati orang tua sebagai salah satu kunci kesuksesan. Latar belakang seseorang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sukses selama mau belajar, berusaha, dan terus mengembangkan diri.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh H. Nur Edi Susilo, S.Ag., M.SI., Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dengan materi “Pembinaan dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah”.

Materi yang disampaikan cukup dekat dengan kehidupan remaja. Salah satu pembahasannya adalah mengenai pembinaan pranikah. Namun, pembinaan ini bukan berarti mengajak atau mendorong remaja untuk segera menikah. Justru, siswa diajak memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang dan tidak cukup hanya bermodalkan rasa cinta.

Para siswa diajak melihat bahwa sebelum berbicara tentang pernikahan, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari kesiapan fisik, psikologis dan emosional, sosial, ekonomi, hingga pendidikan dan karier. Remaja juga perlu belajar membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

Tak kalah penting, pendidikan tetap menjadi bagian utama dalam mempersiapkan masa depan. Remaja perlu memiliki target pendidikan, mengembangkan keterampilan, membangun cita-cita, merencanakan karier, dan belajar menjadi pribadi yang mandiri.

Pesan yang paling sederhana tetapi sangat bermakna adalah: masa remaja adalah waktunya mempersiapkan diri. Tidak perlu terburu-buru. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga pergaulan, menghargai orang tua dan orang lain, serta mempersiapkan masa depan merupakan langkah penting menuju kehidupan yang lebih baik.

Sejalan dengan pesan penutup dalam materi, mempersiapkan pernikahan bukan dimulai dengan mencari pasangan secepatnya, tetapi dengan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, sehat, mandiri, dan mampu menghargai orang lain.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa SMAN 1 Tengaran untuk mendapatkan wawasan sekaligus motivasi. Semoga pesan-pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kegiatan saja, tetapi bisa menjadi bekal bagi para siswa untuk terus belajar, berani bermimpi, menjaga diri, dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.

Karena masa depan tidak datang begitu saja. Ia perlu dipersiapkan, mulai dari sekarang.

 

SAYA ADALAH GENSI: Generasi Anti Korupsi

Tengaran, 16 Juli 2026 – Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas pengurus OSIS dan perwakilan siswa SMAN 1 Tengaran mengikuti Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Saya Adalah Gensi (Generasi Anti Korupsi)” ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan narasumber Widita Tunjungsari, S.E., Akt., M.M. Sosialisasi ini bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda sejak dini sebagai upaya pencegahan korupsi.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga tindakan yang merugikan masyarakat dan menghambat kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri melalui kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang disampaikan adalah 9 Nilai Integritas sebagai “perisai” bagi pelajar, yaitu jujur, mandiri, berani, sederhana, peduli, disiplin, kerja keras, adil, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam bersikap, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Narasumber juga menjelaskan dampak korupsi yang dapat menghambat pembangunan, meningkatkan kemiskinan, menurunkan kualitas pelayanan publik, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Melalui sosialisasi ini, siswa diajak membangun budaya antikorupsi melalui tindakan sederhana, seperti tidak menyontek, bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berani menolak segala bentuk kecurangan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta dengan antusias.

Melalui kampanye “Saya Adalah Gensi (Generasi Anti Korupsi)”, SMAN 1 Tengaran berkomitmen untuk terus menanamkan budaya integritas di lingkungan sekolah. Diharapkan seluruh warga sekolah dapat menjadi generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berani mengatakan tidak pada korupsi, karena Indonesia yang bebas korupsi dimulai dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.

 

PEMBUKAAN PELATIHAN KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA KODIM 0714/SALATIGA

“KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA (KKRI) SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN GENERASI MUDA TANGGUH, DISIPLIN, DAN BERKARAKTER KEBANGSAAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045”

 

Tengaran, 8 Mei 2026 — Kamis pagi yang cukup cerah di SMAN 1 Tengaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Lapangan depan sekolah tampak lebih ramai dan penuh semangat karena kedatangan tamu istimewa dari Kodim 0714/Salatiga. Kehadiran para anggota TNI ini dalam rangka pembukaan Pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), sebuah kegiatan yang bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan pembukaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di lapangan depan SMAN 1 Tengaran. Sebanyak 60 siswa terpilih mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari berbagai organisasi sekolah seperti Paskibra, OSIS, Pramuka, PMR, dan organisasi lainnya. Suasana pagi terasa semakin semangat ketika para peserta mulai berbaris rapi dengan penuh antusias.

Dalam upacara pembukaan tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Kasdim 0714/Salatiga Mayor Cpl Purwanto, sedangkan Komandan Upacara dipimpin oleh Danramil 06/Tengaran Kapten Cba Sugiyanto. Upacara berlangsung dengan khidmat namun tetap terasa hangat.

Pada kesempatan itu, amanat dari Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M. dibacakan oleh Mayor Cpl Purwanto. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa generasi muda saat ini adalah pemegang estafet masa depan bangsa. Dunia berkembang sangat cepat, sehingga tantangan di masa depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual saja tetapi juga mental yang kuat dan karakter yang baik.

Melalui kegiatan KKRI ini, ada tiga pilar utama yang ingin ditanamkan kepada para peserta, yaitu:

  1. Ketangguhan
    Peserta diharapkan menjadi generasi yang tidak mudah menyerah, mampu berpikir kreatif dalam mencari solusi, dan tetap kuat menghadapi berbagai tekanan di era globalisasi.
  2. Disiplin
    Disiplin bukan hanya soal tepat waktu, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri agar tetap konsisten berada di jalur yang benar serta terus berusaha meraih prestasi.
  3. Karakter Kebangsaan
    Sebagai generasi penerus bangsa, para siswa diharapkan memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, semangat bela negara, serta rasa cinta tanah air yang kuat.

Beliau juga menyampaikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, tetapi target nyata yang bisa dicapai apabila generasi mudanya memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, para peserta diminta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, menyerap ilmu dan pengalaman dari para pelatih, serta menjadi teladan bagi teman-teman lainnya di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak serius mendengarkan arahan meskipun sesekali suasana terasa santai dan penuh senyum. Beberapa siswa juga terlihat antusias karena bisa mendapatkan pengalaman baru langsung bersama anggota TNI.

Setelah upacara pembukaan selesai, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, bapak ibu guru, dan anggota Kodim 0714/Salatiga. Momen ini tentu menjadi kenangan seru sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta KKRI SMAN 1 Tengaran.

Police Goes to School “SMANTA”

 

Tengaran, 27 April 2026 — SMAN 1 Tengaran kembali melaksanakan kegiatan rutin Apel Bendera yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Namun, apel kali ini terasa berbeda dari biasanya karena kehadiran tamu istimewa dari Polsek Tengaran dalam program “Police Goes to School”.

Sejak pagi, cuaca cerah turut mendukung jalannya kegiatan. Sinar matahari yang hangat menambah semangat para siswa, meskipun harus berdiri cukup lama di lapangan. Apel berlangsung dengan khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.

Dalam kesempatan tersebut, pembina apel, IPDA Nastain, S.H., selaku Kanit Binmas dan Plt. Kanit Samapta Polsek Tengaran, menyampaikan amanat dari Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. Amanat yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan remaja masa kini, khususnya terkait penggunaan media sosial. Para siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, mengingat tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Selain itu, siswa juga diajak untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tidak hanya itu, IPDA Nastain, S.H. juga memberikan pesan penting mengenai fenomena FOMO (fear of missing out) yang kerap dialami remaja. Siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh atau ikut-ikutan dalam kegiatan yang tidak memiliki manfaat, seperti tawuran, konsumsi minuman keras, maupun nongkrong hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Remaja diharapkan mampu memilah dan memilih kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masa depan.

Menjelang peringatan Hari Buruh pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, siswa juga diingatkan agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan, seperti aksi demonstrasi yang tidak sesuai dengan kapasitas pelajar. Sebaliknya, siswa diharapkan tetap fokus pada peran utamanya sebagai pelajar dan menjaga nama baik diri sendiri maupun sekolah.

Kegiatan apel ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak kepolisian, guru, dan seluruh siswa. Suasana yang awalnya khidmat berubah menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Momen ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus kenangan dari apel yang berbeda pada hari itu.

 

SEKARTA “Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement” SMA Negeri 1 Tengaran

Rabu, 22 April 2026, suasana pagi yang dingin dan langit mendung tidak menyurutkan semangat warga SMA Negeri 1 Tengaran dalam mengikuti kegiatan SEKARTA (Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement). Justru, cuaca yang sejuk tersebut semakin menambah kekhidmatan sekaligus semangat dalam memperingati Hari Kartini melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan kreatif.

Kegiatan SEKARTA dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di GOR sekolah. Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Wiyono selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sosok R.A. Kartini merupakan tokoh luar biasa yang telah memperjuangkan kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan. Semangat emansipasi wanita yang diwariskan Kartini diharapkan mampu menginspirasi para siswa, khususnya siswi, untuk menjadi “Kartini modern” yang berwawasan luas, cerdas, kreatif, serta mampu berkolaborasi dan berkontribusi di masa depan. Beliau juga berpesan agar para siswa terus semangat dalam menimba ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan SEKARTA tahun ini dimeriahkan dengan tiga agenda lomba, yaitu lomba fashion show bertema pahlawan, lomba melukis di totebag, dan lomba pembuatan video kreatif. Seluruh siswa dari kelas X dan XI berpartisipasi dengan penuh antusias, menunjukkan kreativitas dan bakat terbaik mereka.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan lomba fashion show yang menjadi salah satu daya tarik utama. Para peserta tampil memukau dengan berbagai kostum tokoh pahlawan, seperti R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Tidak hanya kostum, kreativitas juga terlihat dari properti yang digunakan, seperti kuda-kudaan dari sepeda ontel, jeruji, borgol, dan berbagai atribut unik lainnya yang dibuat secara mandiri oleh para siswa. Penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana dan mendapatkan sorak sorai meriah dari para penonton.

Setelah lomba fashion show, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan hiburan, seperti tarian dari ekstrakurikuler tari dan penampilan band sekolah yang semakin menambah semarak suasana. Para siswa tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan.

Sebagai puncak acara, diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah menggema di tengah suasana mendung, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan SEKARTA tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat juang, kreativitas, serta penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan, khususnya R.A. Kartini. Harapannya, semangat Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap siswa SMA Negeri 1 Tengaran untuk menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif di masa depan.

 

Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah. “Kebaikanmu Adalah Perisai bagi Temanmu”

 

Tengaran, 17 April 2026. Hari Jumat yang cerah jadi momen yang pas untuk menyelenggarakan seminar bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah.” Kegiatan ini diikuti oleh pengurus OSIS, MPK, tim Adi Pangastuti, serta perwakilan siswa dari tiap kelas. Aula sekolah pun terasa penuh dan hidup oleh antusiasme  peserta.

Acara berlangsung dengan runtut, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars sekolah, laporan ketua panitia, sambutan kepala sekolah, hingga masuk ke sesi inti seminar yang menjadi bagian paling ditunggu. Kegiatan kemudian ditutup dengan penutup yang hangat.

Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu alumni SMA N 1 Tengaran lulusan tahun 2015, Mirdian Tri Dardani, S.Psi., M.Psi., yang saat ini sedang menempuh studi S3 di Amerika Serikat dan juga berprofesi sebagai psikolog. Dengan pengalaman dan sudut pandangnya, materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Tema utama yang diangkat, “Kebaikanmu adalah Perisai bagi Temanmu,” mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mencegah kekerasan di sekolah. Salah satu materi penting yang dibahas adalah tentang kekerasan berbasis gender (KBG).

Fenomena seperti tren “outfit anti cat-calling” ternyata muncul bukan sekadar gaya, tapi karena masih adanya rasa tidak aman di lingkungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi masalah nyata. KBG sendiri adalah tindakan berbahaya yang ditujukan kepada seseorang karena gendernya, yang seringkali dipicu oleh ketidaksetaraan, penyalahgunaan kekuasaan, dan norma sosial yang kurang tepat.

Dalam seminar juga dijelaskan perbedaan antara seks dan gender. Seks adalah perbedaan biologis yang bersifat tetap, sedangkan gender adalah peran atau harapan sosial yang bisa berubah sesuai budaya dan zaman. Pemahaman ini penting supaya kita tidak salah kaprah dalam melihat suatu masalah.

Kekerasan berbasis gender bisa terjadi di mana saja. Di lingkungan personal seperti keluarga atau hubungan dekat, di lingkungan komunitas seperti sekolah (misalnya bullying atau cat-calling), bahkan di tingkat negara melalui kebijakan atau sikap aparat yang tidak berpihak pada korban.

Hal yang cukup menohok adalah pesan bahwa setiap tindakan kekerasan adalah pilihan. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan, meskipun seseorang memiliki latar belakang atau trauma di masa lalu. Memahami penyebab bukan berarti membenarkan tindakan. Yang sering terjadi justru korban yang disalahkan, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah mencari akar masalah dan mencegah kekerasan itu terjadi. Di sinilah pentingnya membangun karakter—belajar untuk empati, peduli, dan berani bersikap benar.

Melalui seminar ini, siswa diajak untuk sadar bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Bersikap baik, saling menjaga, dan tidak diam ketika melihat kekerasan adalah langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Karena pada akhirnya, kebaikanmu memang bisa menjadi perisai bagi temanmu.

Pelajar Keren Tanpa Rokok 🚭

Hai teman-teman!

Masa sekolah itu waktunya kita berkembang, cari pengalaman, dan tentu saja meraih prestasi. Nah, supaya semua itu bisa kita jalani dengan maksimal, kita perlu menjaga kesehatan. Salah satu caranya? Jauhi rokok!

Kadang ada anggapan kalau merokok itu bikin terlihat keren atau dewasa. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Rokok bisa bikin tubuh cepat capek, napas jadi nggak kuat, dan bahkan bisa mengganggu konsentrasi saat belajar. Belum lagi risiko penyakit yang bisa muncul di kemudian hari.

Yang lebih penting lagi, asap rokok nggak cuma berdampak ke diri sendiri, tapi juga ke teman-teman di sekitar. Jadi tanpa sadar, kita bisa merugikan orang lain juga.

Sebagai pelajar, kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah tetap nyaman dan sehat. Sekolah itu tempat kita belajar bareng, jadi penting banget untuk bebas dari asap rokok.

Yuk, mulai dari sekarang kita biasakan:

  • ❌ Nggak merokok, baik di sekolah maupun di luar
  • 👊 Berani nolak kalau diajak merokok
  • 🤝 Saling ingetin teman dengan cara yang baik
  • 🌱 Isi waktu dengan kegiatan positif

Ingat, keren itu bukan karena merokok, tapi karena kita bisa jaga diri dan punya masa depan yang jelas!

Ayo jadi pelajar yang sehat, aktif, dan bebas rokok! 💪🔥