SMA NEGERI 1 TENGARAN

PEMBUKAAN PELATIHAN KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA KODIM 0714/SALATIGA

“KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA (KKRI) SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN GENERASI MUDA TANGGUH, DISIPLIN, DAN BERKARAKTER KEBANGSAAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045”

 

Tengaran, 8 Mei 2026 — Kamis pagi yang cukup cerah di SMAN 1 Tengaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Lapangan depan sekolah tampak lebih ramai dan penuh semangat karena kedatangan tamu istimewa dari Kodim 0714/Salatiga. Kehadiran para anggota TNI ini dalam rangka pembukaan Pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), sebuah kegiatan yang bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan pembukaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di lapangan depan SMAN 1 Tengaran. Sebanyak 60 siswa terpilih mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari berbagai organisasi sekolah seperti Paskibra, OSIS, Pramuka, PMR, dan organisasi lainnya. Suasana pagi terasa semakin semangat ketika para peserta mulai berbaris rapi dengan penuh antusias.

Dalam upacara pembukaan tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Kasdim 0714/Salatiga Mayor Cpl Purwanto, sedangkan Komandan Upacara dipimpin oleh Danramil 06/Tengaran Kapten Cba Sugiyanto. Upacara berlangsung dengan khidmat namun tetap terasa hangat.

Pada kesempatan itu, amanat dari Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M. dibacakan oleh Mayor Cpl Purwanto. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa generasi muda saat ini adalah pemegang estafet masa depan bangsa. Dunia berkembang sangat cepat, sehingga tantangan di masa depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual saja tetapi juga mental yang kuat dan karakter yang baik.

Melalui kegiatan KKRI ini, ada tiga pilar utama yang ingin ditanamkan kepada para peserta, yaitu:

  1. Ketangguhan
    Peserta diharapkan menjadi generasi yang tidak mudah menyerah, mampu berpikir kreatif dalam mencari solusi, dan tetap kuat menghadapi berbagai tekanan di era globalisasi.
  2. Disiplin
    Disiplin bukan hanya soal tepat waktu, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri agar tetap konsisten berada di jalur yang benar serta terus berusaha meraih prestasi.
  3. Karakter Kebangsaan
    Sebagai generasi penerus bangsa, para siswa diharapkan memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, semangat bela negara, serta rasa cinta tanah air yang kuat.

Beliau juga menyampaikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, tetapi target nyata yang bisa dicapai apabila generasi mudanya memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, para peserta diminta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, menyerap ilmu dan pengalaman dari para pelatih, serta menjadi teladan bagi teman-teman lainnya di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak serius mendengarkan arahan meskipun sesekali suasana terasa santai dan penuh senyum. Beberapa siswa juga terlihat antusias karena bisa mendapatkan pengalaman baru langsung bersama anggota TNI.

Setelah upacara pembukaan selesai, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, bapak ibu guru, dan anggota Kodim 0714/Salatiga. Momen ini tentu menjadi kenangan seru sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta KKRI SMAN 1 Tengaran.

Police Goes to School “SMANTA”

 

Tengaran, 27 April 2026 — SMAN 1 Tengaran kembali melaksanakan kegiatan rutin Apel Bendera yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Namun, apel kali ini terasa berbeda dari biasanya karena kehadiran tamu istimewa dari Polsek Tengaran dalam program “Police Goes to School”.

Sejak pagi, cuaca cerah turut mendukung jalannya kegiatan. Sinar matahari yang hangat menambah semangat para siswa, meskipun harus berdiri cukup lama di lapangan. Apel berlangsung dengan khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.

Dalam kesempatan tersebut, pembina apel, IPDA Nastain, S.H., selaku Kanit Binmas dan Plt. Kanit Samapta Polsek Tengaran, menyampaikan amanat dari Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. Amanat yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan remaja masa kini, khususnya terkait penggunaan media sosial. Para siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, mengingat tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Selain itu, siswa juga diajak untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tidak hanya itu, IPDA Nastain, S.H. juga memberikan pesan penting mengenai fenomena FOMO (fear of missing out) yang kerap dialami remaja. Siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh atau ikut-ikutan dalam kegiatan yang tidak memiliki manfaat, seperti tawuran, konsumsi minuman keras, maupun nongkrong hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Remaja diharapkan mampu memilah dan memilih kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masa depan.

Menjelang peringatan Hari Buruh pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, siswa juga diingatkan agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan, seperti aksi demonstrasi yang tidak sesuai dengan kapasitas pelajar. Sebaliknya, siswa diharapkan tetap fokus pada peran utamanya sebagai pelajar dan menjaga nama baik diri sendiri maupun sekolah.

Kegiatan apel ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak kepolisian, guru, dan seluruh siswa. Suasana yang awalnya khidmat berubah menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Momen ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus kenangan dari apel yang berbeda pada hari itu.

 

SEKARTA “Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement” SMA Negeri 1 Tengaran

Rabu, 22 April 2026, suasana pagi yang dingin dan langit mendung tidak menyurutkan semangat warga SMA Negeri 1 Tengaran dalam mengikuti kegiatan SEKARTA (Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement). Justru, cuaca yang sejuk tersebut semakin menambah kekhidmatan sekaligus semangat dalam memperingati Hari Kartini melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan kreatif.

Kegiatan SEKARTA dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di GOR sekolah. Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Wiyono selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sosok R.A. Kartini merupakan tokoh luar biasa yang telah memperjuangkan kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan. Semangat emansipasi wanita yang diwariskan Kartini diharapkan mampu menginspirasi para siswa, khususnya siswi, untuk menjadi “Kartini modern” yang berwawasan luas, cerdas, kreatif, serta mampu berkolaborasi dan berkontribusi di masa depan. Beliau juga berpesan agar para siswa terus semangat dalam menimba ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan SEKARTA tahun ini dimeriahkan dengan tiga agenda lomba, yaitu lomba fashion show bertema pahlawan, lomba melukis di totebag, dan lomba pembuatan video kreatif. Seluruh siswa dari kelas X dan XI berpartisipasi dengan penuh antusias, menunjukkan kreativitas dan bakat terbaik mereka.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan lomba fashion show yang menjadi salah satu daya tarik utama. Para peserta tampil memukau dengan berbagai kostum tokoh pahlawan, seperti R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Tidak hanya kostum, kreativitas juga terlihat dari properti yang digunakan, seperti kuda-kudaan dari sepeda ontel, jeruji, borgol, dan berbagai atribut unik lainnya yang dibuat secara mandiri oleh para siswa. Penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana dan mendapatkan sorak sorai meriah dari para penonton.

Setelah lomba fashion show, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan hiburan, seperti tarian dari ekstrakurikuler tari dan penampilan band sekolah yang semakin menambah semarak suasana. Para siswa tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan.

Sebagai puncak acara, diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah menggema di tengah suasana mendung, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan SEKARTA tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat juang, kreativitas, serta penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan, khususnya R.A. Kartini. Harapannya, semangat Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap siswa SMA Negeri 1 Tengaran untuk menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif di masa depan.

 

Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah. “Kebaikanmu Adalah Perisai bagi Temanmu”

 

Tengaran, 17 April 2026. Hari Jumat yang cerah jadi momen yang pas untuk menyelenggarakan seminar bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah.” Kegiatan ini diikuti oleh pengurus OSIS, MPK, tim Adi Pangastuti, serta perwakilan siswa dari tiap kelas. Aula sekolah pun terasa penuh dan hidup oleh antusiasme  peserta.

Acara berlangsung dengan runtut, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars sekolah, laporan ketua panitia, sambutan kepala sekolah, hingga masuk ke sesi inti seminar yang menjadi bagian paling ditunggu. Kegiatan kemudian ditutup dengan penutup yang hangat.

Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu alumni SMA N 1 Tengaran lulusan tahun 2015, Mirdian Tri Dardani, S.Psi., M.Psi., yang saat ini sedang menempuh studi S3 di Amerika Serikat dan juga berprofesi sebagai psikolog. Dengan pengalaman dan sudut pandangnya, materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Tema utama yang diangkat, “Kebaikanmu adalah Perisai bagi Temanmu,” mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mencegah kekerasan di sekolah. Salah satu materi penting yang dibahas adalah tentang kekerasan berbasis gender (KBG).

Fenomena seperti tren “outfit anti cat-calling” ternyata muncul bukan sekadar gaya, tapi karena masih adanya rasa tidak aman di lingkungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi masalah nyata. KBG sendiri adalah tindakan berbahaya yang ditujukan kepada seseorang karena gendernya, yang seringkali dipicu oleh ketidaksetaraan, penyalahgunaan kekuasaan, dan norma sosial yang kurang tepat.

Dalam seminar juga dijelaskan perbedaan antara seks dan gender. Seks adalah perbedaan biologis yang bersifat tetap, sedangkan gender adalah peran atau harapan sosial yang bisa berubah sesuai budaya dan zaman. Pemahaman ini penting supaya kita tidak salah kaprah dalam melihat suatu masalah.

Kekerasan berbasis gender bisa terjadi di mana saja. Di lingkungan personal seperti keluarga atau hubungan dekat, di lingkungan komunitas seperti sekolah (misalnya bullying atau cat-calling), bahkan di tingkat negara melalui kebijakan atau sikap aparat yang tidak berpihak pada korban.

Hal yang cukup menohok adalah pesan bahwa setiap tindakan kekerasan adalah pilihan. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan, meskipun seseorang memiliki latar belakang atau trauma di masa lalu. Memahami penyebab bukan berarti membenarkan tindakan. Yang sering terjadi justru korban yang disalahkan, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah mencari akar masalah dan mencegah kekerasan itu terjadi. Di sinilah pentingnya membangun karakter—belajar untuk empati, peduli, dan berani bersikap benar.

Melalui seminar ini, siswa diajak untuk sadar bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Bersikap baik, saling menjaga, dan tidak diam ketika melihat kekerasan adalah langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Karena pada akhirnya, kebaikanmu memang bisa menjadi perisai bagi temanmu.

Pelajar Keren Tanpa Rokok 🚭

Hai teman-teman!

Masa sekolah itu waktunya kita berkembang, cari pengalaman, dan tentu saja meraih prestasi. Nah, supaya semua itu bisa kita jalani dengan maksimal, kita perlu menjaga kesehatan. Salah satu caranya? Jauhi rokok!

Kadang ada anggapan kalau merokok itu bikin terlihat keren atau dewasa. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Rokok bisa bikin tubuh cepat capek, napas jadi nggak kuat, dan bahkan bisa mengganggu konsentrasi saat belajar. Belum lagi risiko penyakit yang bisa muncul di kemudian hari.

Yang lebih penting lagi, asap rokok nggak cuma berdampak ke diri sendiri, tapi juga ke teman-teman di sekitar. Jadi tanpa sadar, kita bisa merugikan orang lain juga.

Sebagai pelajar, kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah tetap nyaman dan sehat. Sekolah itu tempat kita belajar bareng, jadi penting banget untuk bebas dari asap rokok.

Yuk, mulai dari sekarang kita biasakan:

  • ❌ Nggak merokok, baik di sekolah maupun di luar
  • 👊 Berani nolak kalau diajak merokok
  • 🤝 Saling ingetin teman dengan cara yang baik
  • 🌱 Isi waktu dengan kegiatan positif

Ingat, keren itu bukan karena merokok, tapi karena kita bisa jaga diri dan punya masa depan yang jelas!

Ayo jadi pelajar yang sehat, aktif, dan bebas rokok! 💪🔥

Seni Terangi Masa Depan, SMANTA Bersinar di Tengah Gerimis

Tengaran, Jumat, 13 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, langit SMAN 1 Tengaran yang mendung justru menjadi latar yang syahdu bagi suasana berbeda di lapangan tengah sekolah. Nuansa kuning, hijau, dan oranye menyala ceria, berpadu dengan rintik gerimis nan anggun yang turun perlahan. Namun, cuaca tak sedikit pun memudarkan semangat siswa kelas XII untuk melaksanakan ujian praktik Seni Budaya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Penyelenggara, Ibu Diarti, S.Sn guru Seni budaya kelas XII. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Paradigma masyarakat yang menyebut bahwa pelaku seni adalah orang yang bebas. Seni bukan negative, malah menerangi masa depan.” Pesan tersebut menjadi penegas bahwa seni bukan sekadar ekspresi tanpa arah, melainkan wadah positif yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan masa depan yang cerah.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Sulistyarini, S.Pd, M. Si selaku waka kurikulum SMAN 1 Tengaran. Beliau menuturkan bahwa seni membuat dunia ini menjadi berwarna dan indah. “Kalian hari ini spesial, berpenampilan berseragam warna-warni. Modelnya, motif batiknya seperti dengan batik yang dibuat,” ujarnya dengan penuh apresiasi. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hangat dari para siswa dan guru yang hadir.

Tahun ini, ujian praktik terasa begitu istimewa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, siswa kelas XII tidak hanya mengumpulkan karya, tetapi juga menampilkan hasil kreativitas mereka secara langsung. Setiap siswa mempersembahkan karya batik hasil rancangan dan proses mereka sendiri. Motif yang dihadirkan beragam—mulai dari motif klasik yang terinspirasi kearifan lokal hingga motif modern dengan sentuhan warna berani yang merefleksikan karakter generasi muda.

Tak berhenti sampai di situ, seluruh siswa kelas XII juga melakukan fashion show sebagai bagian dari penilaian. Lapangan Tengah sekolah pun seketika berubah menjadi panggung peragaan busana. Dengan penuh percaya diri, para siswa melangkah menampilkan batik karya mereka. Seragam warna-warni yang dikenakan hari itu seolah menjadi simbol bahwa seni benar-benar membuat dunia lebih hidup dan berwarna.

Selain fashion show batik, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran poster karya siswa. Poster-poster tersebut menampilkan pesan-pesan kreatif, edukatif, dan inspiratif yang selaras dengan tema besar kegiatan, yaitu “Seni Terangi Masa Depan.” Setiap karya tidak hanya dinilai dari segi teknik, tetapi juga dari ide, orisinalitas, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada penikmatnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji kemampuan teknisnya dalam membatik dan mendesain, tetapi juga keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelenggarakan sebuah acara. Ada penilaian dalam setiap aspek, mulai dari kualitas karya, konsep acara, hingga kerapian dan kekompakan pelaksanaan kegiatan.

Gerimis pagi itu seakan menjadi saksi bahwa semangat berkarya tak pernah padam oleh cuaca. Justru di bawah langit mendung, warna-warni karya batik siswa kelas XII tampak semakin bersinar. Ujian praktik ini bukan sekadar penilaian akhir, tetapi menjadi perayaan kreativitas sekaligus bukti bahwa seni benar-benar mampu menerangi masa depan.

 

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

 

Sehari Bebas Asap Kendaraan: SMAN 1 Tengaran Lebih Adem

 

Hari ini, Selasa, 3 February 2026, pemandangan menyejukan pagi ini, para warga siswa berduyun-duyun berjalan kaki memasuki lingkungan SMAN 1 Tengaran. Kali ini lebih banyak dari hari biasanya. Ya, warga SMAN 1 Tengaran diajak untuk mengurangi – bahkan meniadakan-penggunakan kendaraan bermotor di dalam lingkungan SMAN 1 Tengaran. Lewat kegiatan sederhana Sehari Bebas Asap Kendaraan yang mempunyai dampak luar biasa untuk lingkungan dan Kesehatan kita.

Gerbang belakang menuju parkiran yang biasanya padat asap knalpot kini berubah menjadi ruang serba guna. Bisa digunakan untuk olahraga atau duduk santai menikm

ati udara pagi. Rasanya berbeda, lebih adem, dan bikin napas lega. Selain bikin udara lebih bersih, sehari bebas asap kendaraan juga jadi momen refleksi. Kita jadi sadar betapa besar ketergantungan kita pada kendaraan bermotor, dan betapa cepatnya lingkungan merespons ketika polusi dikurangi. Langit tampak lebih cerah, suara bising berkurang, dan suasana jadi lebih ramah.

Dari sisi kesehatan, manfaatnya juga nggak main-main. Berkurangnya polusi udara membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan, membuat tubuh lebih segar, dan piki

ran lebih rileks. Ditambah lagi, aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau bersepeda bikin badan makin sehat. Sekali dayung, dua tiga manfaat terasa.

Yang nggak kalah penting, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bersama. Kita belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab semua orang.

Sehari bebas asap kendaraan bukan soal melarang, tapi mengajak. Mengajak kita untuk lebih peduli, lebih bijak, dan lebih ramah pada lingkungan. Karena udara bersih adalah hak semua orang, dan masa depan yang sehat dimulai dari langkah kecil—bahkan dari satu hari tanpa asap kendaraan.

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

“SIRAJ “Spirit Isra’ Miraj sebagai sebagai Cahaya Iman Generasi Muda SMAN 1 Tengaran”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen istimewa bagi keluarga besar sekolah untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tahun ini, kegiatan Maulid Nabi diselenggarakan dengan tema “SIRAJ “Spirit Isra’ Miraj sebagai sebagai Cahaya Iman Generasi Muda”, sebagai pengingat akan peristiwa luar biasa yang sarat makna dan hikmah dalam perjalanan dakwah Rasulullah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor sekolah pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh khidmat. Suasana religius dan kebersamaan terasa sejak awal acara, mencerminkan semangat untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai sumber cahaya iman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

Kegiatan pertama sambutan oleh Bapak Toha selaku Pembina Rohis SMAN 1 Tengaran. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kata siraj mengandung falsafah lentera, yaitu cahaya yang mampu menerangi sekelilingnya karena lentera tersebut dinyalakan. Cahaya itulah yang menjadi penerang di tengah pekatnya malam.

Melalui filosofi tersebut, peserta didik diajak untuk menyalakan cahaya iman dalam diri masing-masing agar mampu memberi manfaat, kebaikan, dan keteladanan bagi lingkungan sekitar, sebagaimana Rasulullah SAW menjadi siraj munir—cahaya yang menerangi umat manusia.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Tri Ajar Suprapto AL Kusworo, M.Pd selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan manfaat nyata dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dan sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama, diharapkan mampu menjadi teladan bagi seluruh peserta didik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Bp. Najib Syaifullah, M, Ag. Pengajian diawali dengan lantunan shalawat Nabi dan pembacaan doa Allahumma barik lana fī rajaba wa sya‘bāna wa ballighnā Ramadhāna, sebagai harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberkahi dan dipertemukan dengan bulan suci Ramadan yang penuh khidmat, diiringi oleh tim Rebana Muhibbul Musthofa,

Dalam isi kajiannya, ustaz menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta didik agar tidak meninggalkan salat dalam kondisi apa pun. Salat merupakan tiang agama dan menjadi amalan utama yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj. Oleh karena itu, menjaga salat tepat waktu menjadi bentuk nyata ketaatan dan keimanan seorang muslim.

Ustaz juga mengisahkan kembali perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang penuh perjuangan dan ujian. Peristiwa luar biasa tersebut menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus penguat iman bagi umat Islam. Dari kisah tersebut, jamaah diajak untuk meneladani keteguhan, kesabaran, dan keyakinan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, ustaz mengingatkan pentingnya memperbanyak dzikir, khususnya tasbih, sebagai sarana untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan membiasakan dzikir dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan peserta didik mampu menjaga hati, memperkuat iman, serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Semoga nilai-nilai yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi ini tidak hanya berhenti pada acara semata, tetapi benar-benar menjadi cahaya iman yang membimbing langkah peserta didik dalam belajar, bersikap, dan berinteraksi, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Nika Nur Hidayati, S.Pd.

SAHARA DI HATI SMANTA

Nama “Sahara” diambil dari bahasa Arab yang berarti “padang pasir“. Sahara terletak di utara Afrika dan berusia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari Samudra Atlantik ke Laut Merah. Dari Laut Tengah di utara sampai ke Sahel di sebelah Selatan (Wikipedia). Namun ini bukan mengenai gurun pasir melainkan Sahara yakni sebuah akronim dari Satukan Hati Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tema yang dijadikan pilihan oleh Panitia Rohis SMANTA.

Jumat 12 September 2025, SMANTA memperingati hari Maulid nabi Muhammad Saw. Bukan sekedar mengenang sejarah, tetapi juga sebagai bagian wujud syukur sekaligus meneladani akhlak mulia beliau, dan mengenang kembali perjuangan dalam menyebarkan ajaran islam.

Kegiatan ini dilaksanakan di GOR SMANTA. Para siswa senada mengenakan warna dominan putih. Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat oleh TIM rebana Rohis, dilanjutkan dengan pembacaan Tilawah Al quran. Kegiatan dibuka oleh Drs. Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, M. Pd. selaku kepala sekolah SMAN 1 Tengaran. Beliau menyampaikan harapannya kepada seluruh siswa dan guru dapat menjadikan nabi Muhammad sebagai teladan utama dalam bersikap dan berperilaku.
Setelah dibuka oleh bapak kepala sekolah, dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustad Imam Bagas Sholikhin S. Pd. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan seluruh siswa dan guru senantiasa mengenang Rasulullah dengan memperbanyak shalawat. Dengan shalawat umat akan semakin dekat dengan rasulullah dan mendapatkan syafaat di yaumul akhir. Tidak hanya mengingatkan untuk memperbanyak shalawat namun juga mengingatkan pentingnya amalan jariyah. Perbuatan kebaikan atau sedekah yang pahalanya mengalir terus dan tidak pernah putus meskipun meninggal dunia.

Sebagai penutup serangkaian kegiatan, sekolah menyelenggarakan lomba cosplay tokoh Islami. Para siswa antusias menampilkan peran tokoh-tokoh islam, mulai dari sahabat Nabi dan juga tokoh ulama besar. Lomba ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan sebagai sarana edukasi agar siswa mengenal Sejarah dan meneladani perjuangan tokoh Islam. Suasapun menjadi meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Nika Nur Hidayati, S.Pd.

Senandung Pagi, Gema Ceria Anak SMANTA

Ribuan warga sekolah dari beberapa kelompok guru, karyawan, dan siswa-siswi berhadapan rapi di depan gedung gagah SMAN 1 Tengaran. Senyum ceria terpancar pada pagi ini, Rabu, 23 Juli 2025 bukan tentang perolehan hadiah undian melainkan menyambut perayaan “Hari Anak Nasional (HAN) 2025.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 menyelenggarakan Pertemuan Pagi Ceria Serentak pada 23 Juli 2025.

SMA Negeri 1 Tengaran merupakan salah satu sekolah yang aktif mendukung kegiatan Hari Anak Nasional. Kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB diawali dari pembukaan singkat, dilanjutkan dengan senam “Anak Indonesia Hebat”, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama memohon kelancaran belajar, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Suasana ceria amat terpancar dibalik wajah-wajah siswa-siswi.
SMAN 1 Tengaran menunjukan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar dan nyaman bagi seluruh siswa.

“…maksud dan tujuan meningkatkan kepedulian semua warga Indonesia termasuk warga SMANTA terhadap HAK anak salah satunya hak hidup tentunya dan berkembang dengan ceria dan bahagia maka dari itu melalui momen Hari Anak Nasional tahun ini maka sekolah melalui warga sekolahnya berkomitmen akan meningkatkan dan peduli terhadap hak anak salah satunya adalah melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi” Ujar Ibu Sulistyarini, S.Pd., M.Si. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dalam mengisi pembukaan kegiatan.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, sekolah meneguhkan komitmennya menjadi ruang yang aman dan hangat, ramah bagi tumbuh kembang anak. Melalui program edukatif, sekolah berupaya memastikan hak-hak anak, terutama dari ancaman kekerasan dan perundungan. Upaya yang telah
dilakukan adalah dengan menyediakan berbagai jalur pelaporan melalui wali kelas, guru mata pelajaran, guru Bimbingan Konseling (BK), maupun warga sekolah lainnya yang dipercaya. Dengan sistem terbuka ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa enggan untuk berbicara, sehingga kasus perundungan dapat ditangani dengan tepat.

Karena setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan dicintai di lingkungan belajar, dan tumbuh tanpa rasa takut. Selamat Hari Anak Nasional tahun 2025 tetap Ceria,bahagia, penuh semangat, dan jangan takut untuk bermimpi!

Nika Nur Hidayati, S.Pd.