SMA NEGERI 1 TENGARAN

Police Goes to School “SMANTA”

 

Tengaran, 27 April 2026 — SMAN 1 Tengaran kembali melaksanakan kegiatan rutin Apel Bendera yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Namun, apel kali ini terasa berbeda dari biasanya karena kehadiran tamu istimewa dari Polsek Tengaran dalam program “Police Goes to School”.

Sejak pagi, cuaca cerah turut mendukung jalannya kegiatan. Sinar matahari yang hangat menambah semangat para siswa, meskipun harus berdiri cukup lama di lapangan. Apel berlangsung dengan khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.

Dalam kesempatan tersebut, pembina apel, IPDA Nastain, S.H., selaku Kanit Binmas dan Plt. Kanit Samapta Polsek Tengaran, menyampaikan amanat dari Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. Amanat yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan remaja masa kini, khususnya terkait penggunaan media sosial. Para siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, mengingat tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Selain itu, siswa juga diajak untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tidak hanya itu, IPDA Nastain, S.H. juga memberikan pesan penting mengenai fenomena FOMO (fear of missing out) yang kerap dialami remaja. Siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh atau ikut-ikutan dalam kegiatan yang tidak memiliki manfaat, seperti tawuran, konsumsi minuman keras, maupun nongkrong hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Remaja diharapkan mampu memilah dan memilih kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masa depan.

Menjelang peringatan Hari Buruh pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, siswa juga diingatkan agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan, seperti aksi demonstrasi yang tidak sesuai dengan kapasitas pelajar. Sebaliknya, siswa diharapkan tetap fokus pada peran utamanya sebagai pelajar dan menjaga nama baik diri sendiri maupun sekolah.

Kegiatan apel ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak kepolisian, guru, dan seluruh siswa. Suasana yang awalnya khidmat berubah menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Momen ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus kenangan dari apel yang berbeda pada hari itu.

 

SEKARTA “Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement” SMA Negeri 1 Tengaran

Rabu, 22 April 2026, suasana pagi yang dingin dan langit mendung tidak menyurutkan semangat warga SMA Negeri 1 Tengaran dalam mengikuti kegiatan SEKARTA (Spirit of Smanta Empowering Kartini Achievement). Justru, cuaca yang sejuk tersebut semakin menambah kekhidmatan sekaligus semangat dalam memperingati Hari Kartini melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan kreatif.

Kegiatan SEKARTA dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di GOR sekolah. Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Wiyono selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sosok R.A. Kartini merupakan tokoh luar biasa yang telah memperjuangkan kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan. Semangat emansipasi wanita yang diwariskan Kartini diharapkan mampu menginspirasi para siswa, khususnya siswi, untuk menjadi “Kartini modern” yang berwawasan luas, cerdas, kreatif, serta mampu berkolaborasi dan berkontribusi di masa depan. Beliau juga berpesan agar para siswa terus semangat dalam menimba ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan SEKARTA tahun ini dimeriahkan dengan tiga agenda lomba, yaitu lomba fashion show bertema pahlawan, lomba melukis di totebag, dan lomba pembuatan video kreatif. Seluruh siswa dari kelas X dan XI berpartisipasi dengan penuh antusias, menunjukkan kreativitas dan bakat terbaik mereka.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan lomba fashion show yang menjadi salah satu daya tarik utama. Para peserta tampil memukau dengan berbagai kostum tokoh pahlawan, seperti R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Tidak hanya kostum, kreativitas juga terlihat dari properti yang digunakan, seperti kuda-kudaan dari sepeda ontel, jeruji, borgol, dan berbagai atribut unik lainnya yang dibuat secara mandiri oleh para siswa. Penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana dan mendapatkan sorak sorai meriah dari para penonton.

Setelah lomba fashion show, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan hiburan, seperti tarian dari ekstrakurikuler tari dan penampilan band sekolah yang semakin menambah semarak suasana. Para siswa tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan.

Sebagai puncak acara, diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah menggema di tengah suasana mendung, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan SEKARTA tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat juang, kreativitas, serta penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan, khususnya R.A. Kartini. Harapannya, semangat Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap siswa SMA Negeri 1 Tengaran untuk menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif di masa depan.

 

Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah. “Kebaikanmu Adalah Perisai bagi Temanmu”

 

Tengaran, 17 April 2026. Hari Jumat yang cerah jadi momen yang pas untuk menyelenggarakan seminar bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah: Membangun Karakter dalam Pencegahan Kekerasan di Sekolah.” Kegiatan ini diikuti oleh pengurus OSIS, MPK, tim Adi Pangastuti, serta perwakilan siswa dari tiap kelas. Aula sekolah pun terasa penuh dan hidup oleh antusiasme  peserta.

Acara berlangsung dengan runtut, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars sekolah, laporan ketua panitia, sambutan kepala sekolah, hingga masuk ke sesi inti seminar yang menjadi bagian paling ditunggu. Kegiatan kemudian ditutup dengan penutup yang hangat.

Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu alumni SMA N 1 Tengaran lulusan tahun 2015, Mirdian Tri Dardani, S.Psi., M.Psi., yang saat ini sedang menempuh studi S3 di Amerika Serikat dan juga berprofesi sebagai psikolog. Dengan pengalaman dan sudut pandangnya, materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Tema utama yang diangkat, “Kebaikanmu adalah Perisai bagi Temanmu,” mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mencegah kekerasan di sekolah. Salah satu materi penting yang dibahas adalah tentang kekerasan berbasis gender (KBG).

Fenomena seperti tren “outfit anti cat-calling” ternyata muncul bukan sekadar gaya, tapi karena masih adanya rasa tidak aman di lingkungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi masalah nyata. KBG sendiri adalah tindakan berbahaya yang ditujukan kepada seseorang karena gendernya, yang seringkali dipicu oleh ketidaksetaraan, penyalahgunaan kekuasaan, dan norma sosial yang kurang tepat.

Dalam seminar juga dijelaskan perbedaan antara seks dan gender. Seks adalah perbedaan biologis yang bersifat tetap, sedangkan gender adalah peran atau harapan sosial yang bisa berubah sesuai budaya dan zaman. Pemahaman ini penting supaya kita tidak salah kaprah dalam melihat suatu masalah.

Kekerasan berbasis gender bisa terjadi di mana saja. Di lingkungan personal seperti keluarga atau hubungan dekat, di lingkungan komunitas seperti sekolah (misalnya bullying atau cat-calling), bahkan di tingkat negara melalui kebijakan atau sikap aparat yang tidak berpihak pada korban.

Hal yang cukup menohok adalah pesan bahwa setiap tindakan kekerasan adalah pilihan. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan, meskipun seseorang memiliki latar belakang atau trauma di masa lalu. Memahami penyebab bukan berarti membenarkan tindakan. Yang sering terjadi justru korban yang disalahkan, padahal yang seharusnya kita lakukan adalah mencari akar masalah dan mencegah kekerasan itu terjadi. Di sinilah pentingnya membangun karakter—belajar untuk empati, peduli, dan berani bersikap benar.

Melalui seminar ini, siswa diajak untuk sadar bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Bersikap baik, saling menjaga, dan tidak diam ketika melihat kekerasan adalah langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Karena pada akhirnya, kebaikanmu memang bisa menjadi perisai bagi temanmu.

Pelajar Keren Tanpa Rokok 🚭

Hai teman-teman!

Masa sekolah itu waktunya kita berkembang, cari pengalaman, dan tentu saja meraih prestasi. Nah, supaya semua itu bisa kita jalani dengan maksimal, kita perlu menjaga kesehatan. Salah satu caranya? Jauhi rokok!

Kadang ada anggapan kalau merokok itu bikin terlihat keren atau dewasa. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Rokok bisa bikin tubuh cepat capek, napas jadi nggak kuat, dan bahkan bisa mengganggu konsentrasi saat belajar. Belum lagi risiko penyakit yang bisa muncul di kemudian hari.

Yang lebih penting lagi, asap rokok nggak cuma berdampak ke diri sendiri, tapi juga ke teman-teman di sekitar. Jadi tanpa sadar, kita bisa merugikan orang lain juga.

Sebagai pelajar, kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah tetap nyaman dan sehat. Sekolah itu tempat kita belajar bareng, jadi penting banget untuk bebas dari asap rokok.

Yuk, mulai dari sekarang kita biasakan:

  • ❌ Nggak merokok, baik di sekolah maupun di luar
  • 👊 Berani nolak kalau diajak merokok
  • 🤝 Saling ingetin teman dengan cara yang baik
  • 🌱 Isi waktu dengan kegiatan positif

Ingat, keren itu bukan karena merokok, tapi karena kita bisa jaga diri dan punya masa depan yang jelas!

Ayo jadi pelajar yang sehat, aktif, dan bebas rokok! 💪🔥